September 29, 2010

PILKASIS

Pada hari Jumat tanggal 24 September 2010, seluruh siswa-siswi dan guru-guru mengikuti pemilihan ketua OSIS baru SMP Santo Borromeus. Kandidat ketua dan wakil ketua OSIS yang baru adalah Bunga dan Siane, Diva dan Alma, Julio dan Aldi. Sebelumnya mereka telah berkampanye di kelas-kelas, menunjukan visi dan misi mereka jika terpilih menjadi ketua OSIS.

Pemilhan ketua OSIS pada saat itu berlangsung sangat hikmat. Pemilihan dimulai dengan anak-anak kelas 7, kelas 8, dan kemudian dilanjutkan dengan anak-anak kelas 9. Pemilihan ketua OSIS diadakan di ruang aula SMP Santo Borromeus. Para kandidat tampak tegang menantikan hasil pengumuman. Setelah mencontreng para kandidat, para siswa –siswi diwajibkan untuk mencelupkan salah satu jari tangannya ke dalam tinta sebagai tanda bukti bahwa mereka telah mengikuti pemilihan OSIS 2010/2011.

Setelah pemilihan ketua OSIS berlangsung, akhirnya akan diumumkan hasil pemilihan pada saat pulang sekolah. Pasangan kandidat Bunga dan Siane mendapatkan 44 suara, lalu pasangan kandidat Julio dan Aldi mendapatkan 58 suara, dan yang terakhir dengan suara terbanyak yaitu pasangan kandidat Diva dan Alma mendapatkan 62 suara. Sedangkan yang golput atau tidak memilih sebanyak 34 suara. Secara otomatis, pasangan kandidat Diva dan Alma berhasil menjadi ketua dan wakil ketua OSIS yang baru untuk periode 2010/2011.

Setelah dilakukannya pemungutan dan penghitungan suara, kandidat yang terpilih mendapatkan hadiah salam dari para guru, suster, kepala sekolah, dan juga para siswa. Selain itu pula, kandidat yang terpilih diminta untuk berfoto bersama.

Akhirnya pemungutan dan penghitungan suara pun berakhir pada pukul 12.00 WIB.


(sasa dan fany 8a)

Mei 07, 2010

Kelulusan SMP Santo Borromeus

Di hari Jumat tanggal 7 mei 2010 adalah hari yang menegangkan bagi para anak kelas 9 di SMP Santo Borromeus. Hari itu adalah hari untuk menentukan kelulusan para siswa. Pada hari itu para orang tua siswa datang ke sekolah untuk menerima surat kelulusan. Drs Ignatius Yelli Widianto, Kepala sekolah SMP Santo Borromeus membuka acara kelulusan tersebut. SEmua orang tua maupun wali ikut serta tegang.
Dan pada akhirnya SMP Santo Borromeus lulus 91%, 76 anak lulus dan 8 anak tidak lulus. SMP Santo Borromeus meraih peringkat ke 7 dari 78 sekolah di Purbalingga. Dan dalam pelajaran IPA dan Matematika SMP ini meraih peringkat ke 2 Se Purbalingga yang diraih oleh Ananda Edwin yang meraih nilai sebesar 9.75. Nilai Bahasa Inggris tertinggi Di SMP Santo Borromeus sebesar 9.80 dan nilai tertinggi Bahasa Indonesia sebesar 9.85. Walaupun kelulusan SMP Santo Borromeus ini tidak 100% tapi kami tetap bersyukur atas hasil tersebut.
Dan pada tanggal 17 Mei nanti kita akan mengadakan ujian ulang untuk para siswa yang tidak lulus. Semoga para siswa yang mengikuti ujian susulan/ulang tetap bersemangat untuk meraih nilai se baik-baiknya.

April 22, 2010

MERIAHKAN HARI KARTINI DI PINGGIR KOLAM RENANG

Lomba Kakang Mbakayu di atas catwalk adalah hal yang biasa tetapi lomba pemilihan Kakang Mbakayu di pinggir kolam renang ini adalah luar biasa. Inilah yang terjadi di pinggir kolam renang SMP Santo Borromeus Purbalingga untuk mengawali seluruh rangkaian kegiatan memperingati hari Kartini yang jatuh pada hari Rabu (21/4/2010).
Lomba pemilihan kakang mbakayu antar kelas di SMP Santo Borromeus yang beralamatkan di Jalan Letjend S. Parman No. 3 Purbalingga ini dimulai pukul 08.00 diikuti oleh 4 kelas, masing-masing kelas mengikutsertakan 2 pasang.
Kemeriahan memperingati Hari Kartini mulai terasa ketika anak-anak memasuki gerbang sekolah. Ini merupakan pemandangan yang tidak biasa. Ada suasana yang berbeda ketika anak-anak dan seluruh guru dan karyawan mengenakan pakaian tradisional adat jawa, tidak seperti biasanya yang memakai pakaian seragam sekolah.
Kegiatan lomba yang kedua adalah lomba baca Puisi. Ini juga berbeda dengan adat kebiasaan Lomba, yang biasanya di atas panggung dalam ruangan tertutup, kali ini tempat untuk lomba baca Puisi di atas kolam renang tepatnya di tempat yang biasa dipakai untuk terjun ke kolam., hal ini menambah kemeriahan tersendiri. Gelak tawa dan sorak sorai menambah kemeriahan, ini mulai terlihat ketika para peserta mau naik ke atas podium lomba yang tingginya sekitar 2,5 meter di atas permukaan air kolam, mereka bersusah payah untuk naik. Dengan kondisi alam terbuka mau-tidak mau para peserta harus mengeluarkan suara yang ekstra keras agar terdengar oleh seluruh penonton dan juri.
Setelah kegiatan lomba kakang mbekayu dan lomba baca puisi di sekitar kolam renang. Kegiatan dilanjutkan di Lapangan Basket, bukan lomba basket di sana melainkan lomba merangkai bunga. Dengan kondisi cuaca yang mendung sehingga terik matahari tidak begitu terasa. Dua meja panjang yang sudah disiapkan oleh panitia langsung diserbu anak-anak yang bersiap untuk merangkai bunga. Namanya anak-anak ada yang dengan serius merangkai bunga, ada yang melihat-lihat keindahan warna bunga, ada yang mencium harum wanginya bunga. Semua ada di sana bercampur jadi satu di lapangan yang terbuka dengan beratapkan langit yang mendung.
Sebagai puncak acara dari kegiatan Hari Kartini ditutup dengan lomba koor antar kelas, dengan menyanyikan sebuah lagu wajib Ibu Kita Kartini. Lomba koor dilaksanakan di sisi sebelah barat Perpustakaan menghadap ke taman. Para penonton dan juri berada di taman yang sejuk dan rindang.
Pada siang hari seluruh rangkaian kegiatan lomba dalam rangka memperingati Hari Kartini ditutup dengan pemberian hadiah. Dan yang keluar sebagai juara umum adalah kelas 8 B.

Peringatan hari Kartini tahun ini di SMP Santo Borromeus sungguh berhasil memikat para siswa untuk mengenal, mengenang, dan menjadikan ibu Kartini sebagai inspirasi untuk senantiasa peduli akan karya perjuangan anak bangsa. Semangat nasionalisme harus ditanamkan sejak dini demi kemajuan bangsa….Selamat Hari Kartini!(Tim Jurnalistik BM)

April 21, 2010

KETEKUNAN DI DALAM TUHAN AKAN MENGHASILKAN SUKACITA

Para siswa-siswi kelas 9 SMP Santo Borromeus selama 4 bulan berturut-turut telah begitu tekun mempersiapkan diri menghadapi UN,US,dan Ujian Praktek tahun pelajaran 2009/2010 lewat tryout, pelajaran tambahan, pendampingan siswa yang kurang nilai tryoutnya dan doa pagi di Kapel sekolah. Semuanya dilakukan karena semua siswa-siswi kelas 9 dan guru serta karyawan percaya dan yakin bahwa Ketekunan di dalam Tuhan pasti akan menghasilkan sukacita.
Pada saatnya UN berlangsung seluruh siswa kelas 9 tampak sukacita menghadapi Ujian Nasional yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 5 - 8 April 2010. Mungkin juga semangat Paskah menginspirasi mereka akan buah dari ketekunan Tuhan di kayu salib. Salah satu pengawas UN di SMP Santo Borromeus juga memberikan komentar bahwa ketenangan dan wajah sukacita siswa peserta UN di SMP St.Borromeus menjadikan mereka tenang dalam mengawasi jalannya UN 2010.Puji Tuhan, semua adalah karena pemeliharaan Tuhan dalam berbagai bentuk kepada siswa siswi SMP St.Borromeus .UN 2010 tahun ini diikuti oleh 84 siswa kelas 9 yang terbagi dalam 5 ruang ujian. Tidak ada permasalahan yang muncul selama berlangsungnya UN 2010 semua panitia,pengawas, dan tim independen begitu menikmati tugasnya masing-masing.
Setelah UN berlangsung dilanjutkan dengan pelaksanaan Ujian Sekolah pada tanggal 19 - 22 April 2010 yang seluruh panitia dan pengawasnya berasal dari intern sekolah sendiri. Siswa-siswi kelas 9 pun mengikutinya dengan wajah yang sukacita sehingga pelaksanaan US bisa berlangsung dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Dan pada tanggal 24 April dilaksanakan koreksi US di SMP 3 Purbalingga yang diikuti oleh seluruh guru SMP St.Borromeus.
Tugas siswa kelas 9 belum selesai pada tanggal 26-30 April 2010 mereka harus mengikuti Ujian Praktek yang cukup melelahkan. Rangkaian panjang Evaluasi pembelajaran siswa-siswi kelas 9 ini tentunya cukup melelahkan fisik dan mental siswa tetapi dengan semangat yang tinggi disertai iman percaya yang kuat tentu pada saatnya nanti tanggal 7 Mei 2010 saat pengumuman kelulusan mereka betul-betul dapat menikmati buah dari ketekunan yang mereka jalani. Ketekunan pasti akan menghasilkan sukacita,Tuhan selalu memberkati kalian! (R.Anggoro Wijayanto,SE/d'Borro)

Maret 17, 2010


Yayasan Santa Maria Hijaukan Dua Desa
PURBALINGGA--Untuk menanamkan cinta lingkungan, Yayasan Santa Maria Cabang Purbalingga melakukan gerakan penghijauan dengan menanam 1000 pohon di dua desa, Senin-Selasa (15-16/3). Yakni di Desa Bokol, Kecamatan Kemangkon, dan Desa Pengadegan, Kecamatan Pengadegan. Kegiatan yang dilaksanakan sekaligus dalam rangka memperingati 75 tahun karya Kongregasi Suster-suster Notre Dame (SND) di Indonesia itu, diikuti oleh 250 siswa di bawah Yayasan Santa Maria dan karyawan Balai Pengobatan Mandiraja Banjarnegara.
Sekolah-sekolah yang terlibat dalam gerakan penghijauan bertema "Melestarikan Bumiku untuk Generasi Peduli" itu, ,berasal dari TK Santa Maria, SD Pius, dan SMP Santo Borromeus.
"Kegiatan menanam pohon yang kami lakukan, dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama pada hari Senin (15/3), menanam 250 batang pohon mahoni di jalan baru sepanjang 300 meter di sebelah utara Balai Desa Bokol . Kelompok kedua, menanam 750 batang pohon jati di areal lahan kritis dekat pemakaman umum Desa Pengadegan," ujar pimpinan cabang Yayasan Santa Maria Purbalingga, Suster Maria Florida,SND.(prs)

ANAK TK TANAM POHON--Anak-anak ditanamkan sejak dini untuk cinta lingkungan. Seperti halnya yang dilakukan anak-anak TK Santa Maria Purbalingga ini, yang sedang menanam pohon mahoni di Desa Bokol, Kecamatan Kemangkon dalam gerakan penghijauan yang diselenggarakan oleh Yayasan Santa Maria Purbalingga, Senin (15/3). (FOTO: PRASETYO/BERNAS JOGJA)

Januari 22, 2010

Angin Ribut Di Purbalingga

Tanggal 17 Januari adalah tanggal dimana ada suatu peristiwa yang menggemparkan warga Purbalingga. Peristiwa tersebut adalah adanya angin ribut di daerah Purbalingga. Pada sore hari, hujan lebat turun bersama angin yang begitu besar. Angin-angin itu sangat mengerikan. Hingga pohon yang sangat besar pun tumbang. Pohon beringin yang berada di Alun-alun Purbalingga pun juga iku tergoyahkan walau tidak tumbang tetapi dahan-dahan tersebut terlihat melengkung.
Membayangkan saja sudah ngeri, apalagi melihat sendiri. Ada lima kecamatan yang paling parah mengalami bencana angin ribut, yaitu Mrebet (lima rumah rusak), Karanganyar (38 rumah), Bukateja (36 rumah), Kejobong (47 rumah), dan Purbalingga (tiga rumah). Wah, terbilang banyak ya?
Setelah kejadian tersebut, anak-anak SMP Santo Borromeus mengadakan upacara. Kepala sekolah kami memberitahukan agar kami berhati-hati dalam kondisi cuaca yang kurang baik ini. Khususnya untuk para anak kelas 9 yang sebentar lagi menghadapi ujian.
Tetapi untungnya sekolah kami tidak mengalami kerusakan-kerusakan akibat angin tersebut. kami hanya terkena banjir. Air hujan tersebut masuk ke dalam kelas kami. Dan kami harus mengepelnya. Tapi sungguh kami sangat beruntung dan kami pun berdoa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
BY: VeLLyCiA.....

Januari 13, 2010

PENDAFTARAN SISWA BARU SMP Santo Borromeus Tahun Pelajaran 2011/2012

Pendahuluan
SMP Santo Borromeus dengan Akreditasi "A" dikelola secara profesional oleh Yayasan Santa Maria dibawah naungan Tarekat Suster-Suster Notre Dame (SND), yang telah berpengalaman menangani pendidikan formal dari TK sampai dengan SMA/SMK yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Bersama dengan para pendidik yang kompeten, profesional, dan berpengalaman di bidangnya, kami mengajak adik-adik untuk mengembangkan diri dan berprestasi di SMP Santo Borromeus.

Visi dan Misi
A. VISI
Cerdas, Terampil, Tanggung jawab serta Religius

B. MISI
1. Menghidupkan dan mengembangkan karya pelayanan pendidikan
2. Mengembangkan karya pelayanan pendidikan sebagai agen perubahan sosial dilandasi kecerdasan, ketrampilan, kebijaksanaan dan nilai iman yang tangguh.
3. Mengembangkan karya pelayanan pendidikan sebagai tempat untuk mewujudkan kerjasama dan solidaritas bagi siapapun.

Fasilitas
1. Ruang Kelas yang nyaman
2. Ruang Multimedia
3. Laboratorium Sains
4. Laboratorium Komputer dan Internet
5. Ruang Studio Band
6. Fasilitas Hot Spot Area
7. Kantin yang nyaman dan bersih
8. Asrama bagi Siswa
9. Kolam Renang (milik sendiri)
10. Area Outbond (milik sendiri)
11. Fasilitas Olah Raga

Kegiatan Ekstrakurikuler
1. Drum Band
2. Renang
3. Jurnalistik
3. Musik / Band Pelajar
4. Pramuka
5. Basket

Syarat-Syarat Pendaftaran
1. Pria/Wanita berijazah SD/Sederajat
2. Sehat Jasmani dan Rohani
3. Mengisi Formulir Pendaftaran
4. Menyerahkan Ijazah Asli/Foto Copy yang dilegalisir
5. Foto Copy Akte Kelahiran
6. Pas Foto 3X4 sebanyak 4 lembar
7. Membayar uang pendaftaran Rp. 10.000

Tempat dan Waktu Pendaftaran
Kantor SMP Santo Borromeus
Jl. Letjen. S. Parman No.3 Telp(0281) 892017
E-mail:smpsantoborromeus@yahoo.com
Purbalingga
Waktu : 1 April 2011- selesai
Pada Hari dan Jam Kerja (pk.07.30-12.30)

Bea Siswa
Bagi siswa yang berprestasi, difasilitasi untuk memperoleh BKM, GOTA, dan beasiswa lainnya.

Berbagi Kasih Di Panti Wreda Catur Nugroho Kaliori Banyumas


Pada hari sabtu, 11 anak SMP Santo Borromeus Purbalinga bersama dengan 4 guru dan suster pergi ke Panti Wreda Catur Nugroho. Mereka semua pergi ke sana karena ingin memberi kebahagiaan, kesukacitaan yang mungkin jarang mereka rasakan. Kami menggunakan 2 mobil yang dimuat oleh 17 orang dan sopir. Memang kita juga mengalami kendala dengan transportasi. Karena transportasi yang kurang maka hanya 11 anak yang mewakili semua siswa SMP Santo Borromeus.
Setelah melalui perjalanan yang cukup lama dari sekolah sampai panti Wreda Catur Nugroho yang berada di Kaliori, akhirnya kami sampai juga. Di sana kami langsung di sambut para oma dan opa dan kamipun juga langsung merasakan kehangatan yang di berikan. Bila kami melihat mereka satu per satu kami semua sangat terharu dan trenyuh dengan kondisi mereka. Tetapi kami tetap harus semangat untuk menghibur mereka.
Pertama, suster yang merawat panti ini memberikan ucapan selamat datang dan terimakasih. Lalu, di lanjutkan dengan bernyanyi bersama. Walaupun mereka tidak mampu menopang badan mereka saat berdiri tapi mereka tetap bertepuk tangan dan menyanyi. Kami juga bersenam dan berdansa bersama para oma dan opa.
Dua orang teman kita yang mempersembahkan puisi bertemakan para oma dan opa yaitu jelita dan julio. Mereka membaca puisi mereka dengan sangat meresapi sampai mereka menangis. Adapun seorang oma yang menangis mendengar puisi tersebut.
Lalu kita menyanyikan lagu-lagu kenangan. Ada juga para opa dan oma yang menyanyikan lagu. Walau lagu itu terdengar tidak jelas tetapi kami semua suka mendengar lagu tersebut. Lagu yang dibawakan seorang opa adalah selendang sutra dan lagu yang di bawakan seorang oma adalah rasa senenge. lagu rasa senenge ada kalimat yang dibuat oleh oma itu sendiri. Kami juga ikut menyanyi dan mengiringi dengan tepuk tangan. Mereka menyanyi dengan sangat wajah sukacita. Wajah yang ingin kita lihat disana.
Setelah menyanyi kami membagikan suatu hadiah kepada para oma dan opa. Walaupun hadiah itu terkesan sederhana tetapi mereka sangat senang menerimanya. Hadiah tersebut adalah sapu tangan ber warna warni.
Setelah kita menjalani semua acara kegiatan kami harus berpisah dengan para oma dan opa. Kita berpamitan kepada semua oma dan opa. Ada salah seorang opa yang sudah tidak dapat berbicara dengan lancar menangis saat kami berpamitan. Walau ia sudah tidak bisa berbicara lancar tetapi ia mengucapkan 1 kata yaitu terimakasih. Satu kata yang mengandung berbagai macam makna seperti mengucapkan syukur, mengucapkan sukacita dan masih banyak lagi. Saat opa itu menangis , entah mengapa kami juga ikut menangis. Mungkin karena kita masih ingin berada di situ atau trenyuh dengan keadaan sang opa atau inilah bentuk pembelajaran empati kami menyaksikan ada sesama kami yang memiliki kondisi renta.
Sebelum kita berpisah kami mengantarkan para oma dan opa dari aula panti ke kamar mereka. Kami dengan sabar berjalan menuntun mereka. Saat kami mengantarkan salah seorang oma. Oma itu bercerita bahwa ia sudah tinggal di panti itu selama 1 tahun. Setelah kami menghantarkan mereka tak lupa mereka mengucapkan terimakasih pada kami. Mereka juga memberi pesan unutuk tetap belajar dengan tekun di sekolah.
Kami merasa sangat senang berkunjung ke sana. Berbagi sukacita, bahagia pada mereka juga membuat kami senang.
By: Vellycia