Pada hari sabtu beberapa minggu yang lalu sekolahkami smp santo borromeus,kegiatan pagi-pagi di smp santo borromeus kegiatan disekolah kami tidak biasanya.dipagi hari ada bapak-bapak dari komunitas hijaudatang ke SMP Borromeus untuk menjelasakan tentang bagaimana cara untukmenghijaukan lingkungan yang ada di sekitar purbalingga.seluruh siswa-siswiberkumpul di aula untuk menulis penjelasan dari bapak-bapak komunitas hijau itu.isi dari penjelasan itu adalah menghijaukan berbagai cara untuk melestarikanlingkungan,seperti membuat taman,menanam pohon-pohon yang gundul.Daripsikologis caranya , seperti menghilangakan orang gila dan lain-lain.sayangsuara dari speaker tidak jelas karena ada kesalahan teknis.Dan akhirnya pukul09.30 penjelasan dari bapak-bapak tersebut selesai dan dilanjutkan ekskul
Februari 14, 2014
Kunjungan Komunitas Hijau ke SMP Borromeus
Pada hari sabtu beberapa minggu yang lalu sekolahkami smp santo borromeus,kegiatan pagi-pagi di smp santo borromeus kegiatan disekolah kami tidak biasanya.dipagi hari ada bapak-bapak dari komunitas hijaudatang ke SMP Borromeus untuk menjelasakan tentang bagaimana cara untukmenghijaukan lingkungan yang ada di sekitar purbalingga.seluruh siswa-siswiberkumpul di aula untuk menulis penjelasan dari bapak-bapak komunitas hijau itu.isi dari penjelasan itu adalah menghijaukan berbagai cara untuk melestarikanlingkungan,seperti membuat taman,menanam pohon-pohon yang gundul.Daripsikologis caranya , seperti menghilangakan orang gila dan lain-lain.sayangsuara dari speaker tidak jelas karena ada kesalahan teknis.Dan akhirnya pukul09.30 penjelasan dari bapak-bapak tersebut selesai dan dilanjutkan ekskul
PILKASIS SMP ST BORROMEUS 2013
November 11, 2011
Merayakan Misa Bersama Romo Try
Setelah selesai, perjamuan kudus dengan diiringi lagu Karena Aku Kau Cinta. Beliau masuk ke dalam diiringi para Misdinar. Lalu kami berebut mengambil Pembatas Buku dan Stiker.
Setelah itu kami kembali ke Kelas untuk doa bersama, sebelum itu kami di beri jajanan berupa Makan dan Minuman Kecil. Setelah selesai berdoa, yang dipimpin oleh Hendra. Kami pulang ke rumah kami masing-masing.
~ Atha (8A)
Agustus 12, 2011
Hasil Diskusi ekonomi dengan topik "Kelangkaan"
-menggunakan kompor gas.
-mengolah minyak tanah dengan baik.
-tidak mengambil minyak tanah secara besar-besaran.
-tidak memakai lampu minyak.
-tidak membakar sampah dengan minyak tanah.
-memasak menggunakan kayu bakar/ kompor gas.
-mengganti minyak tanah dengan spiritus.
-distribusi minyak tanah di setiap daerah harus sama.
-mencegah adanya pengangkutan minyak tanah ilegal
-minyak tanah hanya di perjualbelikan kepada orang yang sangat membutuhkan
2.Cara mengatasi kelangkaan Bensin:
-mengurangi pemakaian kendaraan bermotor yang berbahan bakar bensin.
-mencegah adanya penyelundupan bensin.
-menggunakan bensin dengan hemat.
-memakai teknologi yang bagus dalam mengolah bensin.
-mengimpor bensin dari luar negri.
-menambah pasokan bensin.
-pendistribusian bensin yang merata di setiap daerah.
-mencegah penimbunan- penimbunah bensin.
-mengelola sumber- sumbernya yang ada dengan baik.
-menggunakan kendaraan hemat bahan bakar/ bensin.
3.Cara mengatasi kelangkaan beras:
-mengatasi beras dengan makanan lainnya.
-memasak beras secukupnya saja.
-mengimpor beras.
-pembebasan bea masuk impor beras selama harga beras naik.
-pendistribusian beras yang merata ke setiap daerah.
-mengurangi exspor beras.
-penyediaan bibit unggul beras yang harganya terjangkau untuk petani.
-pemberian pupuk yang harganya terjangkau untuk petani.
-memberikan pinjaman modal untuk petani untuk meningkatkan produksi berasnya.
-membeli beras petani dengan harga yang pantas, agar petani tidak rugi, sehingga petani
mau terus menanam padi.
4.Cara mengatasi kelangkaan air bersih:
-jangan membuang limbahke sumber- sumber air air bersih.
-menutup kran air setelah di pakai.
-menggunakan air seperlunya saja.
-melarang penggundulan hutan.
-membuat sumur tadah hujan.
-mengadakan droping air.
-membuar biopori.
-mencari sumber sumber mata air yang baru.
-mengadakan reboisasi.
-penyulingan air
5.Cara mengatasi kelangkaan gas:
-memasak dengan bio gas.
-memanfaatkan gas secara hemat.
-mengolah sumber sumber gas bumi dengan baik.
-tidak mengekspor gas ke luar negri.
-mencegah penimbunan gas.
-mencegah adanya gas ilegal.
-mendistribusikan gas ke setiap daerah secara merata
-mengelola sumber sumber gas bumi dengan baik.
-menambah pasokan gas.
-memakai teknologi yang tepat dan bagus dalam mengolah gas bumi.
Mei 09, 2011
CHRIS JOHN BERNOSTALGIA DI SMP ST.BORROMEUS SELEPAS TANDING MELAWAN DAUD JORDAN

PURBALINGGA - Suasana hangat penuh kekeluargaan, Minggu (08/05/2011) sore mewarnai ruang pertemuan susteran di sebelah timur SMP Santo Borromeus Purbalingga (Jateng). Sore itu, ada tamu istimewa yang sudah ditunggu-tunggu oleh segenap suster dari Yayasan Santa Maria Purbalingga dan guru-guru SMP tersebut, yakni Christian Johanes atau yang akrab dipanggil Chris John.
Mengendarai mobil Panther warna silver H 9150 WA, Chris John yang ditemani teman akrabnya, Hartono tiba di SMP Santo Borromeus Purbalingga sekitar pukul 14.00 WIB. Seharusnya, ia yang datang dari Semarang tiba di bekas sekolahnya itu sekitar pukul 13.00 WIB. Ia terlambat datang ke sekolahnya, karena ditengah perjalanan berhenti menonton TV, untuk menyaksikan pertandingan tinju antara petinju kebanggaan Filipina, Manny Pacquiao yang berasil mempertahankan gelar WBO kelas welter setelah menang angka dari penantangnya Shane Mosley di MGM Grand, Las Vegas.
"Saya berhenti dulu di Kledung, Wonosobo, jadi maaf terlambat datang ke sekolah ini," ujar Chris John yang disambut hangat para gurunya di halaman SMP Santo Borromeus Purbalingga.
Selama kurang lebih dua jam, dari jam 14.00 hingga 16.00 WIB Chris John bernostalgia di sekolahnya itu. Suasana canda dan tawa pun saling terlontar antara Chris John dengan bekas guru-gurunya dulu.
Chris John memang alumni SMP Santo Borromeus Purbalingga, pada tahun 1994/1995. Dalam berbagai kesempatan, juara dunia WBA kelas bulu yang baru saja mengalahkan Daud "Cino" Yordan itu, menyempatkan menyambangi bekas sekolahnya. "Meski sudah menyandang gelar juara dunia, dia tetap tampil bersahaja, dan selalu ingat akan guru-gurunya dulu," ujar Ari Broto, guru Bahasa Inggris yang terbilang senior di SMP Santo Borromeus Purbalingga.
Disuguhi makanan kesukaan Chris John, yakni ayam goreng ’Unyil’ khas Purbalingga dan mendoan yang masih hangat, Chris John melahap hidangan yang disuguhkan itu. "Sudah lama saya tidak makan mendoan, rasanya enak sekali mendoan di sini. Jadi ingat masa kecil dulu," ujar Chris John yang mendapat julukan The Dragon itu.
Layaknya selebritis, Chrisjohn pun diminta berfoto bersama oleh para suster dan guru-guru serta sejumlah murid SMP Santo Borromeus. Tak lupa, Chris John dimintai tanda tangan, untuk mencoretkan tandatangannya di kaos sejumlah murid. Dalam kesempatan itu, Chris John juga membagikan poster bergambar dirinya, yang sudah ditandatangani pakai spidol besar. "Ini sekedar kenangan-kenangan," ujar Chris John.

Chris John mengaku, akan menekuni olah raga tinju sampai umur 35 tahun. Itu berarti, Chris John yang lahir 14 September 1980, masih empat tahun lagi menggeluti olah raga tinju. Sebenarnya, ujar Chris John, tidak ada batasan jelas kapan seorang petinju profesional mengakhiri jenjang karirnya. Chris John menyebut George Edward Foreman ,petinju kelahiran Texas Amerika 10 Januari 1949, baru menggantungkan sarung tinjunya pada usia 45 tahun.
"Bagi saya, umur 35 tahun sudah cukup. Di atas itu, sulit rasanya untuk maju lagi," ujar Chris John, bapak berputra dua , perempuan semua ini.
Setelah lengser menekuni olah raga tinju, Chris John mengaku akan menekuni usaha yang dikelola bersama istrinya di Semarang dan Kudus. Selain itu, Chris John juga bercita-cita menjadi guru atau pelatih. Yakni pelatih tinju dan Wushu. Sebelum menekuni olah raga tinju hingga menghantarkan namanya seperti sekarang, Chris John memang dikenal sebagai atlet Wushu yang handal.
Untuk mewujudkan cita-citanya setelah tidak bertinju itu, Chris John akan menawarkan diri ke KONI pusat. "Saya yakin, KONI akan mau memfasilitasi cita-sita saya ini. Dan saya akan mengusahakan untuk bisa menyumbangkan kemampuan terbaik saya, demi kemajuan olah raga tinju di tanah air," ujar Chris John yang mengenakan T Shirt warna putih ini dan celana pendek warna hitam itu. (Diupload oleh R.Anggoro W.,SE dari PemkabPurbalingga.go.id/Penulis Prasetyo)


April 17, 2011
Chris John Naik Sepeda Onthel 50 Km Tiap Hari ke SMP Santo Borromeus

TRIBUNNEWS.COM - Lulus dari SDN Gelang 1 Kecamatan Rakit, Chris John meneruskan ke SMP Santo Borromeus, Purbalingga. "Selama duduk di SMP, Si Chris (panggilan akrab Chris John--red) pulang pergi ke sekolah selalu naik sepeda onthel. Padahal sekali jalan jarak dari rumah kami ke SMP itu kurang lebih 25 kilometer, atau pulang pergi (PP) 50 kilometer. "Biasanya, saya naik sepeda onthel membonncengkan Adrian yang sekolah di SD Pius Purbalingga, dan Chris ngonthel sendiri ," kata Johan Cahyadi, orangtua Chris John sambil menambahkan anak keduanya, Chris itu dikenal pendiam dibanding saudara-saudaranya. Sikap pendiam Chris ini juga diakui guru-gurunya di SMP Santo Borromeus Purbalingga. Chris John mengenyam pendidikan di sekolah swasta favorit di Purbalingga itu, dari tahun 1992-1995. Ketika duduk di klas 1 , Chris John harus kost di sebuah rumah di belakang Kantor Kejaksaan Purbalingga. Pasalnya, rumah Chris di Desa Gelang, Kecamatan Rakit, Banjarnegara berjarak cukup jauh, sekitar 25 kilo meter. Namun ketika naik ke kelas dua hingga lulus, Chris memilih nglaju dari rumah ke sekolah. Hebatnya, ia selalu naik sepeda onthel untuk berangkat ke sekolah. Ari Broto, guru Bahasa Inggris SMP Santo Borromeus Purbalingga punya kenangan khusus dengan mantan muridnya, Chris John. "Ketika kost, dulu dia beberapa kali telat jika bangun tidur. Pernah beberapa kali , karena rumah saya di Jl. Lawet dekat dengan rumah kost Chris, saya datangi, hanya untuk membangunkan Chris berangkat sekolah. Dari tempat kost ke sekolah, dia jalan kaki sama saya , karena jaraknya cukup dekat," kenang Ari Broto. Kenangan lainnya tentang Chris John, lanjut Ari Broto, yakni kalau ke sekolah selalu membawa bekal dari rumah. "Dia tidak suka jajan di warung. Yang selalu saya ingat, setiap menu yang dibawa Chris John, pasti lauknya ada gorengan putih telur. Minumannya air putih, juga dicampur putih telur," kenang Ari Broto. Kenangan yang juga tidak terlupakan, lanjut Ari Broto, dirinya sering melihat Chris John sedang dilatih tinju oleh ayahnya di tempat kost, seusai pulang sekolah. Itu terjadi setiap hari. Dan ayah Chris John, sengaja datang ke tempat kost anaknya itu, untuk melatih tinju. Ayahnya selalu menanamkan sikap disiplin dan keras dalam berlatih. Sekadar diketahui, Johan Cahyadi yang kini masih tampak energik meskipun usianya sudah 74 tahun, sekitar tahun 1969 -1974 pernah mencatat debut tersendiri di kancah tinju amatir di tanah air. Saat itu, Johan Cahyadi hidup di Kota Jakarta. Selama kurun waktu itu, Johan Cahyadi pernah menyabet 2 kali kejuaraan yakni pada tahun 1970 dan 1971 pada event Kejuaraan Tinju Jakarta Fair. Johan masuk dalam kategori kelas layang. "Saat dilatih tinju oleh ayahnya itu, yang nonton kebanyakan tukang-tukang becak yang mangkal di belakang Kejaksaan Purbalingga. Saya sering menjumpai, ketika seusai pulang sekolah, dia dilatih keras olah raga tinju oleh ayahnya," kenang Ari Broto sambil menambahkan prestasi akademis Chris John biasa-biasa saja saat duduk di SMP Borromeus Purbalingga. Didikan keras Johan Cahyadi kepada Chris, juga diakui oleh Arsono, guru Matematika SMP Borromeus Purbalingga. Suatu ketika, Chris dinilai terlambat masuk ke sekolah oleh ayahnya. Padahal saat itu jam baru menunjukkan pukul 06.45 menit, sehingga masih ada waktu 15 menit. Atas keterlambatan masuk sekolah versi ayah Chris John itu, Chris John disuruh push up hingga beberapa puluhan kali di halaman SMP Santo Borromeus Purbalingga. Kontan saja, cara menghukum seperti itu mengundang perhatian para guru dan teman-teman Chris John di sekolah ini. "Setelah dihukum seperti itu, saya tanya kepada Chris. Apakah kamu tidak malu John?" tanya Arsono saat itu. "Saya ndak malu, pak. Saya harus patuh sama orang tua," ujar Arsono menirukan jawaban Chris John saat itu. "Mendengar jawaban seperti itu, saya jadi mrebes mili (berlinang air mata). Dia memang seorang yang patuh pada orang tuanya, termasuk sekarang dia sangat patuh pada pelatih tinjunya," ujar Arsono. Pernah suatu ketika Johan Cahyadi dipanggil oleh pihak sekolah."Mengapa bapak menghukum demikian, dia menjawab, agar Chris John menjadi anak yang disiplin dan patuh pada orang tua," ujar Arsono yang didampingi Kepala Sekolah SMP Santo Borromeus, Ignatius Yeli Widiyanto dan dan guru mata pelajaran ekonomi, Anggoro. Yeli maupun Anggoro menambahkan, didikan keras dan disiplin dari ayah Chrisjohn, menjadikan sosok Chris John seperti sekarang ini. Sosok yang disiplin, patuh pada orang tua dan pelatih serta pekerja keras. "Benih penanaman sikap disiplin dan keras sejak kecil, kini dibawanya sampai Chris John dewasa. Dan yang saya salut, setiap mau bertarung, ia selalu memohon doa kepada guru-gurunya, baik lewat telepon maupun SMS. Dalam bertarung melawan Daud "Cino" Yordan, kami berharap dan berdoa semoga Chris John bisa menang!" ujar Yeli. Pada tahun 2005, SMP Santo Borromeus Purbalingga mengadakan reuni akbar. Dan Chris John bersama istrinya, Ana Maria Megawati sempat hadir pada acara reuni tersebut. Dan dalam beberapa kali kesempatan, Chris John juga sering menyambangi bekas sekolahnya dulu itu, untuk sekadar bersilaturahmi dengan guru-gurunya maupun memberikan motivasi kepada murid-murid di sekolah itu. Selepas SMP, Chris John sempat tidak melanjutkan beberapa tahun, dan menekuni tinju. Sampai akhirnya dalam event kejuaraan tinju di tingkat Kabupaten Banjarnegara, petinju asal Desa Gelang, seperti Chris John, Adrian John (adik Chris John), dan teman mainnya seperti Teguh, Wahyu dan Soeh, merajai sebagai juara. Berangkat dari event di tingkat kabupaten itu, karir Chris John mulai menapak. Selanjutnya ia mengikuti Pekan Olah Raga Daerah (Porda) Jateng di Semarang. Ia yang mewakili Kabupaten Banjarnegara, berhasil mengharumkan nama daerahnya, karena menyabet juara. Selepas menamatkan SMA nya di Semarang, karir tinjunya terus melejit hinggasekarang. Selain aktif bertinju,C hris ‘The Dragon’ John, pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA yang kini dikatuniai 2 anak itu, juga makin dikenal karena kerap muncul di televisi sebagai bintang iklan, termasuk mengkampanyekan anti HIV-AIDS.(prasetyo/habis)
Februari 04, 2011
" Persiapan Mengahadapi Ujian Nasional Kelas 9 "
Dalam UN tersebut ada 4 mata elajaran yang di UN kan . yaitu Matematika, Bahasa Inggris, IPA , dan Bahasa Indonesia.UN di selenggarakan di SMP St. Borromeus .UN itu di laksanakan selama 4 hari .
Mereka juga mempersiapkan belajarnya dengan latihan soal-soal yang akan di UN kan dan latihan UN tersebut biasa di sebut dengan TryOut .dari hasil-hasil nilai TryOut mereka , banyak yang mengatakan bahwa nilai mereka ada yang turun dan juga ada yang naik .. Dan perasaan mereka mulai campur aduk ..dengan perasaan deg-degan , takut . ya memang perasaan itu sudah umum di rasakan oleh para siswa peserta UN , karena mereka takut nilai mereka tidak bagus dan akhirnya tidak lulus . Tetapi mereka tetap optimis dalam menghadapi semua ini . Pelaksanaan Un di jaga oleh Pengawas dari SMP lain .pengawas itu tidak hanya 1 orang. tetapi ada 2 orang .
Semoga saja anak-anak kelas 9 di SMP St. Borromeus dapat mengerjakan UN tersebut dengan baik dan memperoleh nilai yang memuaskan .....
Diposkan oleh Debz vita
Januari 28, 2011
Pendaftaran Siswa Baru Th. Pelajaran 2014/2015
SMP Santo Borromeus dengan Akreditasi "A" dikelola secara profesional oleh Yayasan Santa Maria dibawah naungan Tarekat Suster-Suster Notre Dame (SND), yang telah berpengalaman menangani pendidikan formal dari TK sampai dengan SMA/SMK yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Bersama dengan para pendidik yang kompeten, profesional, dan berpengalaman di bidangnya, kami mengajak adik-adik untuk mengembangkan diri dan berprestasi di SMP Santo Borromeus.
Visi dan Misi
A. VISI
Cerdas, Terampil, Tanggung jawab serta Religius
B. MISI
1. Menghidupkan dan mengembangkan karya pelayanan pendidikan
2. Mengembangkan karya pelayanan pendidikan sebagai agen perubahan sosial dilandasi kecerdasan, ketrampilan, kebijaksanaan dan nilai iman yang tangguh.
3. Mengembangkan karya pelayanan pendidikan sebagai tempat untuk mewujudkan kerjasama dan solidaritas bagi siapapun.
Fasilitas
1. Ruang Kelas yang nyaman
2. Ruang Multimedia
3. Laboratorium Sains
4. Laboratorium Komputer dan Internet
5. Ruang Studio Band
6. Fasilitas Hot Spot Area
7. Kantin yang nyaman dan bersih
8. Asrama bagi Siswa
9. Kolam Renang (milik sendiri)
10. Area Outbond (milik sendiri)
11. Fasilitas Olah Raga
Kegiatan Ekstrakurikuler
1. Drum Band
2. Renang
3. Jurnalistik
3. Musik / Band Pelajar
4. Pramuka
5. Basket
Syarat-Syarat Pendaftaran
1. Pria/Wanita berijazah SD/Sederajat
2. Sehat Jasmani dan Rohani
3. Mengisi Formulir Pendaftaran
4. Menyerahkan Ijazah Asli/Foto Copy yang dilegalisir
5. Foto Copy Akte Kelahiran
6. Foto copy raport kelas 4 - 6 semester 1
7. Pas Foto 3X4 sebanyak 4 lembar
Tempat dan Waktu Pendaftaran
Kantor SMP Santo Borromeus
Jl. Letjen. S. Parman No.3 Telp (0281) 892017 Purbalingga
e-mail:smpsantoborromeus@yahoo.com
Waktu : 1 Februari 2014- selesai
Pada Hari dan Jam Kerja (pk.07.30-12.30)
Bea SiswaBagi siswa yang berprestasi, difasilitasi untuk memperoleh BKM, GOTA, dan beasiswa lainnya.
Perayaan Natal di SMP Santo Borromeus
September 29, 2010
PILKASIS
Pada hari Jumat tanggal 24 September 2010, seluruh siswa-siswi dan guru-guru mengikuti pemilihan ketua OSIS baru SMP Santo Borromeus. Kandidat ketua dan wakil ketua OSIS yang baru adalah Bunga dan Siane, Diva dan Alma, Julio dan Aldi. Sebelumnya mereka telah berkampanye di kelas-kelas, menunjukan visi dan misi mereka jika terpilih menjadi ketua OSIS. Pemilhan ketua OSIS pada saat itu berlangsung sangat hikmat. Pemilihan dimulai dengan anak-anak kelas 7, kelas 8, dan kemudian dilanjutkan dengan anak-anak kelas 9. Pemilihan ketua OSIS diadakan di ruang aula SMP Santo Borromeus. Para kandidat tampak tegang menantikan hasil pengumuman. Setelah mencontreng para kandidat, para siswa –siswi diwajibkan untuk mencelupkan salah satu jari tangannya ke dalam tinta sebagai tanda bukti bahwa mereka telah mengikuti pemilihan OSIS 2010/2011.
Setelah pemilihan ketua OSIS berlangsung, akhirnya akan diumumkan hasil pemilihan pada saat pulang sekolah. Pasangan kandidat Bunga dan Siane mendapatkan 44 suara, lalu pasangan kandidat Julio dan Aldi mendapatkan 58 suara, dan yang terakhir dengan suara terbanyak yaitu pasangan kandidat Diva dan Alma mendapatkan 62 suara. Sedangkan yang golput atau tidak memilih sebanyak 34 suara. Secara otomatis, pasangan kandidat Diva dan Alma berhasil menjadi ketua dan wakil ketua OSIS yang baru untuk periode 2010/2011.
Setelah dilakukannya pemungutan dan penghitungan suara, kandidat yang terpilih mendapatkan hadiah salam dari para guru, suster, kepala sekolah, dan juga para siswa. Selain itu pula, kandidat yang terpilih diminta untuk berfoto bersama.
Akhirnya pemungutan dan penghitungan suara pun berakhir pada pukul 12.00 WIB.
(sasa dan fany 8a)
Mei 07, 2010
Kelulusan SMP Santo Borromeus
Dan pada akhirnya SMP Santo Borromeus lulus 91%, 76 anak lulus dan 8 anak tidak lulus. SMP Santo Borromeus meraih peringkat ke 7 dari 78 sekolah di Purbalingga. Dan dalam pelajaran IPA dan Matematika SMP ini meraih peringkat ke 2 Se Purbalingga yang diraih oleh Ananda Edwin yang meraih nilai sebesar 9.75. Nilai Bahasa Inggris tertinggi Di SMP Santo Borromeus sebesar 9.80 dan nilai tertinggi Bahasa Indonesia sebesar 9.85. Walaupun kelulusan SMP Santo Borromeus ini tidak 100% tapi kami tetap bersyukur atas hasil tersebut.
Dan pada tanggal 17 Mei nanti kita akan mengadakan ujian ulang untuk para siswa yang tidak lulus. Semoga para siswa yang mengikuti ujian susulan/ulang tetap bersemangat untuk meraih nilai se baik-baiknya.
April 22, 2010
MERIAHKAN HARI KARTINI DI PINGGIR KOLAM RENANG
Lomba Kakang Mbakayu di atas catwalk adalah hal yang biasa tetapi lomba pemilihan Kakang Mbakayu di pinggir kolam renang ini adalah luar biasa. Inilah yang terjadi di pinggir kolam renang SMP Santo Borromeus Purbalingga untuk mengawali seluruh rangkaian kegiatan memperingati hari Kartini yang jatuh pada hari Rabu (21/4/2010).Kemeriahan memperingati Hari Kartini mulai terasa ketika anak-anak memasuki gerbang sekolah. Ini merupakan pemandangan yang tidak biasa. Ada suasana yang berbeda ketika anak-anak dan seluruh guru dan karyawan mengenakan pakaian tradisional adat jawa, tidak seperti biasanya yang memakai pakaian seragam sekolah.
Kegiatan lomba yang kedua adalah lomba baca Puisi. Ini juga berbeda dengan adat kebiasaan Lomba, yang biasanya di atas panggung dalam ruangan tertutup, kali ini tempat untuk lomba baca Puisi di atas kolam renang tepatnya di tempat yang biasa dipakai untuk terjun ke kolam., hal ini menambah kemeriahan tersendiri. Gelak tawa dan sorak sorai menambah kemeriahan, ini mulai terlihat ketika para peserta mau naik ke atas podium lomba yang tingginya sekitar 2,5 meter di atas permukaan air kolam, mereka bersusah payah untuk naik. Dengan kondisi alam terbuka mau-tidak mau para peserta harus mengeluarkan suara yang ekstra keras agar terdengar oleh seluruh penonton dan juri.
Setelah kegiatan lomba kakang mbekayu dan lomba baca puisi di sekitar kolam renang. Kegiatan dilanjutkan di Lapangan Basket, bukan lomba basket di sana melainkan lomba merangkai bunga. Dengan kondisi cuaca yang mendung sehingga terik matahari tidak begitu terasa. Dua meja panjang yang sudah disiapkan oleh panitia langsung diserbu anak-anak yang bersiap untuk merangkai bunga. Namanya anak-anak ada yang dengan serius merangkai bunga, ada yang melihat-lihat keindahan warna bunga, ada yang mencium harum wanginya bunga. Semua ada di sana bercampur jadi satu di lapangan yang terbuka dengan beratapkan langit yang mendung.
Sebagai puncak acara dari kegiatan Hari Kartini ditutup dengan lomba koor antar kelas, dengan menyanyikan sebuah lagu wajib Ibu Kita Kartini. Lomba koor dilaksanakan di sisi sebelah barat Perpustakaan menghadap ke taman. Para penonton dan juri berada di taman yang sejuk dan rindang.Pada siang hari seluruh rangkaian kegiatan lomba dalam rangka memperingati Hari Kartini ditutup dengan pemberian hadiah. Dan yang keluar sebagai juara umum adalah kelas 8 B.
Peringatan hari Kartini tahun ini di SMP Santo Borromeus sungguh
berhasil memikat para siswa untuk mengenal, mengenang, dan menjadikan ibu Kartini sebagai inspirasi untuk senantiasa peduli akan karya perjuangan anak bangsa. Semangat nasionalisme harus ditanamkan sejak dini demi kemajuan bangsa….Selamat Hari Kartini!(Tim Jurnalistik BM)
April 21, 2010
KETEKUNAN DI DALAM TUHAN AKAN MENGHASILKAN SUKACITA
Pada saatnya UN berlangsung seluruh siswa kelas 9 tampak sukacita menghadapi Ujian Nasional yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 5 - 8 April 2010. Mungkin juga semangat Paskah menginspirasi mereka akan buah dari ketekunan Tuhan di kayu salib. Salah satu pengawas UN di SMP Santo Borromeus juga memberikan komentar bahwa ketenangan dan wajah sukacita siswa peserta UN di SMP St.Borromeus menjadikan mereka tenang dalam mengawasi jalannya UN 2010.Puji Tuhan, semua adalah karena pemeliharaan Tuhan dalam berbagai bentuk kepada siswa siswi SMP St.Borromeus .UN 2010 tahun ini diikuti oleh 84 siswa kelas 9 yang terbagi dalam 5 ruang ujian. Tidak ada permasalahan yang muncul selama berlangsungnya UN 2010 semua panitia,pengawas, dan tim independen begitu menikmati tugasnya masing-masing.
Setelah UN berlangsung dilanjutkan dengan pelaksanaan Ujian Sekolah pada tanggal 19 - 22 April 2010 yang seluruh panitia dan pengawasnya berasal dari intern sekolah sendiri. Siswa-siswi kelas 9 pun mengikutinya dengan wajah yang sukacita sehingga pelaksanaan US bisa berlangsung dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Dan pada tanggal 24 April dilaksanakan koreksi US di SMP 3 Purbalingga yang diikuti oleh seluruh guru SMP St.Borromeus.
Tugas siswa kelas 9 belum selesai pada tanggal 26-30 April 2010 mereka harus mengikuti Ujian Praktek yang cukup melelahkan. Rangkaian panjang Evaluasi pembelajaran siswa-siswi kelas 9 ini tentunya cukup melelahkan fisik dan mental siswa tetapi dengan semangat yang tinggi disertai iman percaya yang kuat tentu pada saatnya nanti tanggal 7 Mei 2010 saat pengumuman kelulusan mereka betul-betul dapat menikmati buah dari ketekunan yang mereka jalani. Ketekunan pasti akan menghasilkan sukacita,Tuhan selalu memberkati kalian! (R.Anggoro Wijayanto,SE/d'Borro)
Maret 17, 2010

ANAK TK TANAM POHON--Anak-anak ditanamkan sejak dini untuk cinta lingkungan. Seperti halnya yang dilakukan anak-anak TK Santa Maria Purbalingga ini, yang sedang menanam pohon mahoni di Desa Bokol, Kecamatan Kemangkon dalam gerakan penghijauan yang diselenggarakan oleh Yayasan Santa Maria Purbalingga, Senin (15/3). (FOTO: PRASETYO/BERNAS JOGJA)
Januari 22, 2010
Angin Ribut Di Purbalingga
Membayangkan saja sudah ngeri, apalagi melihat sendiri. Ada lima kecamatan yang paling parah mengalami bencana angin ribut, yaitu Mrebet (lima rumah rusak), Karanganyar (38 rumah), Bukateja (36 rumah), Kejobong (47 rumah), dan Purbalingga (tiga rumah). Wah, terbilang banyak ya?
Setelah kejadian tersebut, anak-anak SMP Santo Borromeus mengadakan upacara. Kepala sekolah kami memberitahukan agar kami berhati-hati dalam kondisi cuaca yang kurang baik ini. Khususnya untuk para anak kelas 9 yang sebentar lagi menghadapi ujian.
Tetapi untungnya sekolah kami tidak mengalami kerusakan-kerusakan akibat angin tersebut. kami hanya terkena banjir. Air hujan tersebut masuk ke dalam kelas kami. Dan kami harus mengepelnya. Tapi sungguh kami sangat beruntung dan kami pun berdoa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
BY: VeLLyCiA.....
Januari 13, 2010
PENDAFTARAN SISWA BARU SMP Santo Borromeus Tahun Pelajaran 2011/2012
SMP Santo Borromeus dengan Akreditasi "A" dikelola secara profesional oleh Yayasan Santa Maria dibawah naungan Tarekat Suster-Suster Notre Dame (SND), yang telah berpengalaman menangani pendidikan formal dari TK sampai dengan SMA/SMK yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Bersama dengan para pendidik yang kompeten, profesional, dan berpengalaman di bidangnya, kami mengajak adik-adik untuk mengembangkan diri dan berprestasi di SMP Santo Borromeus.
Visi dan Misi
A. VISI
Cerdas, Terampil, Tanggung jawab serta Religius
B. MISI
1. Menghidupkan dan mengembangkan karya pelayanan pendidikan
2. Mengembangkan karya pelayanan pendidikan sebagai agen perubahan sosial dilandasi kecerdasan, ketrampilan, kebijaksanaan dan nilai iman yang tangguh.
3. Mengembangkan karya pelayanan pendidikan sebagai tempat untuk mewujudkan kerjasama dan solidaritas bagi siapapun.
Fasilitas
1. Ruang Kelas yang nyaman
2. Ruang Multimedia
3. Laboratorium Sains
4. Laboratorium Komputer dan Internet
5. Ruang Studio Band
6. Fasilitas Hot Spot Area
7. Kantin yang nyaman dan bersih
8. Asrama bagi Siswa
9. Kolam Renang (milik sendiri)
10. Area Outbond (milik sendiri)
11. Fasilitas Olah Raga
Kegiatan Ekstrakurikuler
1. Drum Band
2. Renang
3. Jurnalistik
3. Musik / Band Pelajar
4. Pramuka
5. Basket
Syarat-Syarat Pendaftaran
1. Pria/Wanita berijazah SD/Sederajat
2. Sehat Jasmani dan Rohani
3. Mengisi Formulir Pendaftaran
4. Menyerahkan Ijazah Asli/Foto Copy yang dilegalisir
5. Foto Copy Akte Kelahiran
6. Pas Foto 3X4 sebanyak 4 lembar
7. Membayar uang pendaftaran Rp. 10.000
Tempat dan Waktu Pendaftaran
Kantor SMP Santo Borromeus
Jl. Letjen. S. Parman No.3 Telp(0281) 892017
E-mail:smpsantoborromeus@yahoo.com
Purbalingga
Waktu : 1 April 2011- selesai
Pada Hari dan Jam Kerja (pk.07.30-12.30)
Bea Siswa
Bagi siswa yang berprestasi, difasilitasi untuk memperoleh BKM, GOTA, dan beasiswa lainnya.
Berbagi Kasih Di Panti Wreda Catur Nugroho Kaliori Banyumas

Pada hari sabtu, 11 anak SMP Santo Borromeus Purbalinga bersama dengan 4 guru dan suster pergi ke Panti Wreda Catur Nugroho. Mereka semua pergi ke sana karena ingin memberi kebahagiaan, kesukacitaan yang mungkin jarang mereka rasakan. Kami menggunakan 2 mobil yang dimuat oleh 17 orang dan sopir. Memang kita juga mengalami kendala dengan transportasi. Karena transportasi yang kurang maka hanya 11 anak yang mewakili semua siswa SMP Santo Borromeus.
Setelah melalui perjalanan yang cukup lama dari sekolah sampai panti Wreda Catur Nugroho yang berada di Kaliori, akhirnya kami sampai juga. Di sana kami langsung di sambut para oma dan opa dan kamipun juga langsung merasakan kehangatan yang di berikan. Bila kami melihat mereka satu per satu kami semua sangat terharu dan trenyuh dengan kondisi mereka. Tetapi kami tetap harus semangat untuk menghibur mereka.
Pertama, suster yang merawat panti ini memberikan ucapan selamat datang dan terimakasih. Lalu, di lanjutkan dengan bernyanyi bersama. Walaupun mereka tidak mampu menopang badan mereka saat berdiri tapi mereka tetap bertepuk tangan dan menyanyi. Kami juga bersenam dan berdansa bersama para oma dan opa.
Dua orang teman kita yang mempersembahkan puisi bertemakan para oma dan opa yaitu jelita dan julio. Mereka membaca puisi mereka dengan sangat meresapi sampai mereka menangis. Adapun seorang oma yang menangis mendengar puisi tersebut.
Lalu kita menyanyikan lagu-lagu kenangan. Ada juga para opa dan oma yang menyanyikan lagu. Walau lagu itu terdengar tidak jelas tetapi kami semua suka mendengar lagu tersebut. Lagu yang dibawakan seorang opa adalah selendang sutra dan lagu yang di bawakan seorang oma adalah rasa senenge. lagu rasa senenge ada kalimat yang dibuat oleh oma itu sendiri. Kami juga ikut menyanyi dan mengiringi dengan tepuk tangan. Mereka menyanyi dengan sangat wajah sukacita. Wajah yang ingin kita lihat disana.
Setelah menyanyi kami membagikan suatu hadiah kepada para oma dan opa. Walaupun hadiah itu terkesan sederhana tetapi mereka sangat senang menerimanya. Hadiah tersebut adalah sapu tangan ber warna warni.
Setelah kita menjalani semua acara kegiatan kami harus berpisah dengan para oma dan opa. Kita berpamitan kepada semua oma dan opa. Ada salah seorang opa yang sudah tidak dapat berbicara dengan lancar menangis saat kami berpamitan. Walau ia sudah tidak bisa berbicara lancar tetapi ia mengucapkan 1 kata yaitu terimakasih. Satu kata yang mengandung berbagai macam makna seperti mengucapkan syukur, mengucapkan sukacita dan masih banyak lagi. Saat opa itu menangis , entah mengapa kami juga ikut menangis. Mungkin karena kita masih ingin berada di situ atau trenyuh dengan keadaan sang opa atau inilah bentuk pembelajaran empati kami menyaksikan ada sesama kami yang memiliki kondisi renta.
Sebelum kita berpisah kami mengantarkan para oma dan opa dari aula panti ke kamar mereka. Kami dengan sabar berjalan menuntun mereka. Saat kami mengantarkan salah seorang oma. Oma itu bercerita bahwa ia sudah tinggal di panti itu selama 1 tahun. Setelah kami menghantarkan mereka tak lupa mereka mengucapkan terimakasih pada kami. Mereka juga memberi pesan unutuk tetap belajar dengan tekun di sekolah.
Kami merasa sangat senang berkunjung ke sana. Berbagi sukacita, bahagia pada mereka juga membuat kami senang.
By: Vellycia
November 20, 2009
Paduan suara
Dan sebentar lagi akan diadakan HUT PGRI dan peresmian Stadion Goentoer Darjono. Dalam acara tersebut anak-anak SMP Santo Borromeus akan ikut serta dalam menyanyikan lagu-lagu khusus. Lagu-lagu tersebut adalah Mars Purbalingga, Mars PGRI, dan Dirgahayu PGRI. Mungkin anak Borromeus belum pernah mendengar lagu-lagu tersebut sehingga Ibu Indri, sang guru kesenian dengan sabar mengajari kita semua. Walau pun yang ikut hanya anak kelas 7 dan 8 yang berjumlah 109 anak. Kami mencoba untuk berusaha sebaik mungkin untuk menampilkan yang ter baik. Paduan suara kita hanya menyanyikan suara satu karena waktunya mendesak. Padahal SMP-SMP lain menggunakan suara 1,2,3 dan mungkin 4. Tetapi kami tetap bersemangat dan tidak putus asa.
Didalam latihan hari sabtu, banyak anak laki-laki yang bercerita sendiri. Tetapi Ibu Indri dengan sabar menasehati mereka semua. Akhirnya, mereka pun mengikuti latihan dengan baik. Banyak juga anak yang berpendapat nada lagunya terlalu tinggi, susah, dan alasan yang lain. Tetapi demi sekolah SMP Santo Borromeus kita berani mengeluarkan nada tinggi walaupun ada yang fals. Tetapi latihan tersebut sangat menyenangkan.
By: V3llyc!@
